MODUL INFORMATIKA MATERI KOMPUTASIONAL
Selamat belajar anak anakku
Untuk pembelajaran Informatika kita akan menggunakan modul dari link dibawah ini
Klik Link berikut untuk pembelajatan Informatika
https://online.anyflip.com/brpyi/cmsu/mobile/
|
Berpikir
komputasional (Computational Thinking)
adalah metode menyelesaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer
(informatika). Berpikir komputasional dibangun dengan dasar dan batasan
proses komputasi, entah proses tersebut dieksekusi oleh manusia atau mesin.
Metode dan model komputasional memberikan kemampuan bagi kita untuk
memecahkan masalah dan mendesain/merangkai sistem yang tidak bisa kita
tangani sendiri. Berpikir komputasional mencakup pemecahan masalah, mendesain
sistem, dan memahami perilaku manusia, dengan menggambar konsep berdasarkan
teknologi komputer. Berpikir
komputasional memiliki karakteristik sebagai berikut: 1.
Berdasarkan konsep, informatika tidak hanya
mempelajari tentang cara menulis kode program melainkan diperlukan pemahaman
untuk berpikir pada beberapa tingkat abstraksi. 2.
Kemampuan dasar yaitu kemampuan yang harus
dimiliki setiap orang dizaman sekarang. 3.
Berpikir komputasional untuk memecahkan
masalah dan tidak membuat orang mencoba berpikir seperti komputer. 4.
Saling melengkapi dan mengkombinasikan antara
pemikiran matematis dan pemikiran teknik. 5.
Sebuah gagasan dan bukan sebuah benda. 6.
Diperlukan bagi setiap orang dimanapun. 7.
Secara intelektual menantang dan mengharuskan
masalah saintifik dapat dipahami dan diselesaikan. 8.
Orang yang memiliki kemampuan komputasional
dapat menguasai informatika dan melakukan apa saja. Pengertian
Proposisi Proposisi merupakan satu
pernyataan yang melukiskan beberapa keadaan yang belum tentu benar atau salah
dalam bentuk sebuah kalimat berita. Proposisi dalam istilah biasa digunakan
dalam analisis logika dimana keadaan dan peristiwa secara umum melibatkan
pribadi atau orang yang dirujuk dalam kalimat. Kebenaran sebuah proposisi berkorespondensi dengan fakta, sebuah proposisi yang salah tidak berkorespondensi dengan fakta. Proposisi terdiri atas empat unsur, dua di antaranya merupakan materi pokok proposisi, sedangkan dua yang lain sebagai hal yang menyertainya. Empat unsur yang dimaksudkan ialah istilah sebagai subjek, istilah sebagai predikat, kopula dan kuantor. kalimat-kalimat proposisi Kebenaran suatu kalimat sesuai
dengan fakta, kalimat palsu tidak sesuai dengan fakta. Kalimat terdiri dari
empat elemen, dua di antaranya adalah subjek kalimat, sementara dua lainnya
berfungsi sebagai objek yang menyertainya. Keempat elemen yang dimaksud adalah
konsep sebagai subjek, konsep sebagai predikat, kopula dan kuantifier. Kalimat proposisi adalah
ucapan atau pernyataan yang menggambarkan beberapa keadaan yang tidak selalu
benar atau salah dalam bentuk kalimat. Contoh Proposisi : 1.
2 + 3 = 5 (proposisi yang bernilai benar) 2.
Ir. Soekarno adalah presiden pertama Indonesia
(proposisi yang bernilai benar) 3.
x + 5 = 7 (bukan termasuk proposisi karena
nilai “x” belum ditentukan) 4.
5 + 2 = 8 (proposisi yang bernilai salah) 5. Jam
berapa pesawat garuda sampai di bandara Soekarno Hatta ? (bukan proposisi
karna belum ditentukan ) Proposisi Majemuk Proposisi majemuk menjelaskan
"kemajemukan proposisi (anteseden dan konsekuen) yang dipadukan".
Anteseden sering disebut dengan premis, dan konsekuen disebut dengan
kesimpulan. Proposisi majemuk terdiri atas satu subjek dan dua predikat atau
bisa juga terdiri atas dua proposisi tunggal. Contoh kalimat proposisi
majemuk, antara lain : a.
Bayam merupakan tanaman sayuran sekaligus obat
alami penurun darah tinggi. Subyek:
Bayam; predikat : sayuran dan obat alami penurun darah tinggi b.
Antiseden : “Kuda adalah kendaraan para
ksatria dizaman kerajaan dan Kuda merupakan simbol kejayaan”. Menjadi
Konsekuen : “Kuda adalah kendaraan para ksatria dizaman kerajaan dan symbol
kejayaan” c.
Jika sinta rajin belajar maka ia lulus ujian
dan mendapat hadiah istimewa. A
= sinta rajin belajar B
= sinta lulus ujian C
= sinta mendapat hadiah istimea Negasi (~ ) Negasi/ingkaran
suatu pernyataan adalah suatu pernyataan yang bernilai benar (B), jika
pernyataan semula bernilai salah (S) dan sebaliknya. Berikut adalah table
kebenaran Negasi
B = Pernyataan bernilai benar S =
Pernyataan bernilai salah Artinya,
jika suatu pernyataan (P) benar, maka bernilai salah. Contoh : P = Es
mencair jika dipanaskan ~ P = Es tidak mencair jika dipanaskan Konjungsi ( ^ ) Konjungsi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “dan”. Sehingga semua pernyataan yang di hubungkan dengan kata “dan” disebut konjungsi. Berikut adalah table kebenaran Konjungsi
Konjungsi
hanya akan bernilai benar jika kedua pernyataan benar Contoh : 1.
Diberikan dua pernyataan berikut p : Sapi berkaki empat (benar) q : Sapi memiliki gading (salah) Kalimat Konjungsi nya yaitu : Sapi berkaki empat dan memiliki gading (salah) (p ^ q) 2.
Kalimat “dua adalah bilangan genap dan
bilangan prima” Kalimat diatas bernilai benar
karena …. P = dua adalah bilangan genap (benar) Q = dua adalah bilangan prima (benar) Dikarenakan
keduanya bernilai benar, maka dipastikan diatas bernilai benar. Disjungsi Disjungsi adalah pernyataan majemuk dengan kata penghubung “atau”. Sehingga semua pernyataan yang di hubungkan dengan kata “atau” disebut disjungsi. Berikut adalah table kebenaran disjungsi.
Konjungsi
hanya akan bernilai salah jika kedua pernyataan salah. Contoh : 1.
Diberikan dua pernyataan berikut p : Kerbau berkaki empat (benar) q : kerbau memiliki gading (salah) Kalimat disjungsi nya yaitu : Sapi berkaki empat dan memiliki gading (benar) (p v q) 2.
Kalimat “empat adalah bilangan genap dan
bilangan prima” Kalimat diatas bernilai salah
karena …. P = empat adalah bilangan ganjil (salah) Q = empat adalah bilangan prima (salah) Dikarenakan
keduanya bernilai salah, maka dipastikan diatas bernilai salah. Implikasi Implikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata penghubung “jika ….maka…”. Sehingga semua pernyataan yang di hubungkan dengan kata “jika” disebut implikasi. Berikut adalah table kebenaran implikasi.
Implikasi
hanya akan bernilai salah jika anteseden (p) benar,
dan konsekuen(q) salah Contoh : 1.
Diberikan dua pernyataan berikut p : Kerbau berkaki empat (benar) q : kerbau memiliki gading (salah) Kalimat implikasi nya yaitu : jika sapi berkaki empat maka sapi memiliki gading (salah) (p → q) 2.
Kalimat “empat adalah bilangan genap dan
bilangan prima” Kalimat diatas bernilai salah
karena …. P = dua adalah bilangan genap (benar) Q = dua adalah bilangan prima (benar) Kalimat
implikasinya yaitu : jika dua adalah bilangan ganjil maka dua adalah bilangan
prima (Benar) Inferensi menurut Collins Dictionary adalah kesimpulan yang kita tarik tentang sesuatu dengan menggunakan informasi yang sudah kita miliki tentang itu . Contoh : 1. Selly
mendengar alarm asap di rumah tetangganya dan mencium bau daging gosong . Selly dapat menyimpulkan bahwa masakan tetangganya terbakar (gosong) 2. Heri
melihat remah – remah kue di ruang tamu dan coklat di sekitar mulut putrinya. Heri
dapat menyimpulkan bahwa putrinya makan kue di ruang tamu |
A. Tugas Diskusi
1. Misalkan
p adalah “ iwan bisa berbahasa Jawa”, q
adalah “ Iwan bisa berbahasa Indonesia”, dan r adalah “Iwan bisa berbahasa
Mandarin”. Terjemahkan kalimat majemuk berikut kedalam notasi simbolik :
1. Iwan
bisa berbahasa Jawa atau Indonesia
2. Iwan
bisa berbahasa Indonesia tetapi tidak bahasa mandarin
3. Iwan
bisa bahasa jawa atau bahasa Indonesia atau dia tidak bisa mandarin atau bahasa
Indonesia
4. Tidak
benar bahwa iwan bisa berbahasa mandarin atau jawa
5. Tidak
benar bahwa iwan bisa berbahasa Indonesia atau mandarin tetapi tidak bisa jawa
2. Misalkan
p adalah “ Hari ini adalah hari minggu”, q adalah “hujan turun”, dan r adalah
“hari ini panas”. Terjemahkan notasi simbolik ini dengan kata-kata
1. p
^ ~ q
2. ~
p ^ ~ q
3. p
^ q ^ ~ r
4. ~
(p v q) ^ r
5. (p
^ q) v (~r v p)
3. Diketahui
informasi sebagai berikut, maka tentukan inferensinya (kesimpulan)
1. P
= digit terakhir suatu bilangan adalah 0
Q
– bilangan tersebut habis dibagi 10
Jika
digit terakhir suatu bilangan adalah 0, maka bilangan tersebut habis dibagi
10.digit terakhir suatu bilangan adalah 0
Kesimpulannya
adalah …..
2. P
= saya kangen
Q
= saya akan melihat foto mu
Jika
saya kangen, maka saya akan melihat foto mu, Saya tidak melihat fotomu
Kesimpulannya
…..
Komentar
Posting Komentar